Senin, 01 Februari 2010

Manajemen Pengajaran Pendidikan Islam

Mujtahid*
DALAM kegiatan pendidikan Islam yang di dalamnya terdapat proses pengajaran dan kurikulum, sangat mutlak memerlukan peran administrator untuk menata jalannya kegiatan proses belajar-mengajar secara terprogram. Sebuah pemahaman mengenai peran administrator dalam pembenahan pengajaran dan kurikulum merupakan sesuatu yang penting bagi setiap lembaga sekolah yang menginginkan tumbuhnya sebuah kesempatan-kesempatan pendidikan bagi siswa. Pengajaran atau/dan kurikulum sekolah telah didefinisikan ke dalam beragam metode, dan memiliki kandungan pokok pemasalahan (subject matter content) dan organisasinya serta tujuan-tujuan dalam program belajar ditawarkan sekolah. Pembenahan kurikulum akan mengacu pada setiap perubahan dalam kandungan pokok permasalahan atau dalam organisasinya dan tujuan-tujuan yang menghasilkan pembelajaran siswa yang berkembang. Penekanan pada pembenahan kurikulum merefleksikan suatu prioritas terhadap dimensi-dimensi kepemimpinan dari peran administratur dalam sebuah lembaga sekolah.

Prinsip Pengelolaan Pengajaran
Supaya kegiatan pengajaran berjalan dengan tertip dan memenuhi tujuan maka langkah yang paling esensi adalah melakukan pengelolaan. Pengelolaan merupakan bagian yang dianjurkan dalam ajaran Islam, sebagaimana diungkap dalam sebuah ayat: “dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang akan telah diperbuatnya untuk hari esok” (al-Hasyr: 18). Berkaiatan dengan pengelolaan pengajaran ini, Percy E. Burrup menjelaskan tentang fungsi administrator dalam proses pengajaran sebagai berikut:
1. Merencanakan cara dan langkah-langkah untuk mewujudkan tujuan-tujuan program sekolah
2. Mengalokasikan baik sumber daya maupun kegiatan mengajar, sehingga masing-masing tahu tugas dan tanggung jawabnya
3. Memotivasi dan menstimulir kegiatan staf mengajar, sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya
4. Mengkoordinir kegiatan tiap anggota staf pengajar, dan tiap satuan tugas di sekolah sehingga tenaga dapat didayagunakan seefektif mungkin
5. Menilai efektivitas program dan pelaksanaan tugas pengajaran, apa tujuan-tujuan sekolah yang ditentukan sudah tercapai atau belum. Dan menilai pertumbuhan kemampuan mengajar ( Perey, 1961:37).
Sedangkan pengelolaan pengajaran secara umum dapat dijelaskan beberapa prinsip berikut ini: 1) tujuan yang dikehendaki harus jelas, 2) program itu harus sederhada (simpel), 3) program-program yang disusun harus sinkron dengan tujuan yang ditentukan, 4) program itu harus bersifat menyeluruh (integrated), dan 5) harus ada koordinasi terhadap komponen yang melaksanakan progran di sekolah.

Sistem Pengelolaan Pengajaran
Tugas administrator memang bukanlah hal yang dianggap mudah, tetapi membutuhkan kerja keras dan teratur dalam menjabarkan sistem pengelolaan pengajaran. Kegiatan semacam ini dalam ajaran Islam pernah disiggung demikian: “Orang-orang yang mendengarkan perkataan/acuan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya, mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang berakal” (al-Zumar:18), dalam sebuah ungkapan disebuatkan bahwa “suatu kebenaranjika tidak dikelola akan mudah dikalahnkan kejahatan yang dikelola”. Jadi untuk mencapai target dan harapan dari sebuah kegiatan sistem pengajaran memerlukan pengelolaan. Piet A. Sahertian dalam bukunya Dimensi-dimensi Administrasi Pendidikan di Sekolah memaparkan tugas pengelolaan sistem administrasi pengajaran sebagai berikut:
1). menterjemahkan kurikulum ke proses belajar mengajaran, 2) menyusun kalender sekolah, 3) mengatur jadwal, 4) penataan sistem program di sekolah, 5) beberapa konsep daras, 6) kegiatan mengelola pengajaran lainnya.

Pembukaan Tahun Ajaran
Untuk mengawali kegiatan belajar-mengajar sekolah sebaiknya terlebih dahulu perlu diadakan suatu kegiatan pembukaan tahun akademik. Hal ini penting karena akan memberi motivasi bagi semua komponen yang ada dalam sistem pendidikan dan sekaligus menandakan bahwa aktivitas pembelajaran akan segera dimulai.
Kegiatan pembukaan tahun ajaran dapat dikemas dalam bentuk formal maupun nonformal sesuai dengan sumber daya yang dimiliki oleh suatu lembaga pendidikan. Berikut ini menurut Percy E. Burrup bahwa betapa pentingnya kegiatan pembukaan tahun ajaran itu diselenggarakan:
1. Kegiatan pembukaan menunjukkan bahwa seluruh staf sekolah telah ada kesepakatan untuk menciptakan suasana kerjasama yang baik.
2. Melihat sejauh mana kesiapan rencana yang diprogamkan, termasuk melakukan pegecekan terhadap kelemahan dan kelebihan dalam pelaksanaannya.
3. Tiap anggota staf sekolah dapat melihat kesiapan dalam menghadapi program pendidikan yang akan diterapkan
4. Tiap anggota staf telah mempersiapkan semua sarana belajar yang dibutuhkan dalam proses kegiatan belajar-mengajar
5. Setiap staf mempunyai gambaran ygjelas terhadap kegiatan ekstra dan ko kulikuler
6. Berbagai macam bentuk laporan telah dipersiapkan
Selanjutnya, yang perlu ditangani bagian pengajaran adalah membina kedisiplinan. Disiplin dalam penciptaan dan penyiapan kondisi yang esensial dalam kerja, pengawasan diri sendiri, persiapan untuk menjadi warga negara yang dewasa, kesetiaan yang baik, melatih dan belajar mengenai penyesuain diri, pengawasan yang dilakukan guru terhadap kelasnya, ketaatan yang dipaksakan dan pengawasan dan tidak langsung terhadap perilaku seseorang (Percy dalam Tim AP IKIP, 1989: 82).
Penutupan tahun ajaran
Setiap akhir tahun ajaran, tugas lembaga di sekolah berkewajiban untuk menutup pelaksanaan pengajarannya dengan acara yang dikemas sesuai daya dan kreasi yang menarik. Karena momentum yang paling terkesan adalah penutupan tahun ajaran.
Sebagai tanda bahwa tahun ajaran berakhir dan bukti sebagai kelulusan tingkat akhir siswa maka diperlukan penghargaan yang sebaik-baiknya. Kegiatan penutupan seperti ini bisa dirancang dengan melibatkan siswa adik tingkat untuk memberikan pengalaman dan ketrampilan dalam mengatur sebuah acara dan kegiatan semacam pelepasan/wisuda.
Meskipun sifatnya kegiatan pengajaran nonformal namun tetap menampakkan nuansa pendidikan. Jadi, sekalipun hanya kegiatan penutupan tahun ajaran proses demikian ini merupakan ajang didik yang sangat berharga bagi siswa.

*) Mujtahid, Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang

Daftar Rujukan
Gorton, Richard A., 1978. School Administration Challenge and Opportunity for leadership, Dubuque, Lowa: Wm.C. Brown Company P.
Sutisna, Oteng, 1983. Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis Untuk Praktek Profesional, Bandung: Angkasa.
Nasution, S. 1982. Asas-asas Kurikulum, cet. VI. Bandung: Jemmars
TIM Dosen AP IKIP Malang, 1989. Administrasi Pendidikan, Malang: IKIP Malang
Muhaimin dan Abd Mudjib, 1993. Pemikiran Pendidikan Islam Kajian Filosofik dan Kerangka Dasar Operasionalnya, Bandung: Trigenda Karya
Langgulung, Hasan, 2000. Asas-Asas Pendidikan Islam, Jakarta: al-Husna Zikra.
Al-Khuly, Muhammad Ali, Tt. Qomus Tarbiyah, Inggris Arab, Bairut, Libanon: Darul ‘Ilm.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar