Minggu, 20 Juni 2010

Kepemimpinan dan Manajemen Mutu Pendidikan

Mujtahid*

SALAH satu aspek terpenting yang mempengaruhi kualitas pendidikan adalah kepemimpinan dan manajemen mutu. Banyak hasil penelitian membuktikan bahwa melalui manajemen mutu (management quality) dan kepemimpinan yang efektif, kondisi sekolah atau Perguruan Tinggi (PT) dapat terselenggara secara lebih baik. Bahkan, akhir-akhir ini telah banyak lembaga pendidikan yang memiliki penjaminan mutu (Quality Assurance) yang akuntable, otonom, dan transparan guna memberikan pelayanan dan meningkatkan aktivitas pembelajaran yang terukur.
Salah seorang pakar manajeman pendidikan terkemuka Amerika Serikat, Sammon (1994), merekomendasikan dalam sebuah penelitiannya bahwa “efektifitas dan kemajuan sekolah di negara-negara modern” itu karena dibangun mulai dari sisi kepemimpinan dan penataan kembali manajemennya. Ia meyakini bahwa kedua variabel inilah yang mampu menyulap pendidikan dari yang biasa menjadi luar biasa, yang “jenuh” menjadi maju.
Pendapat yang serupa juga disampaikan Tony Bush dan M. Coleman. Tampak lebih, jika membaca karyanya berjudul “Leadership and Strategic Management In Education” (2006), bahwa manajemen sekolah dan Perguruan Tinggi di beberapa negara, misalnya Amerika, Australia, Hongkong, Inggris, dan Selandia Baru dapat maju dan berkembang, karena didukung melalui kepemimpinan dan manajemen yang unggul. Negara-negara tersebut sejak lama telah menerapkan manajeman yang canggih guna meningkatkan produk kualitas lulusannya, baik itu pada level lembaga sekolah maupun universitas.
Pendidikan adalah lembaga yang bergerak dalam bidang noble industry (industri mulia) yang mengemban misi ganda, yaitu setengah profit dan sosial. Dikatakan profit, karena tanpa modal dan dukungan finalsial yang cukup, pendidikan juga tidak dapat berlangsung secara baik. Namun bukan untuk mengambil keuntungan yang sebagaimana perusahaan itu.
Pada prinsip pengelolaannya, baik sekolah maupun perguruan tinggi sama-sama membutuhkan penjaminan mutu sebagai tolak ukur untuk menilai keberhasilan atau kegagalannya. Sebab, tanpa adanya penjaminan mutu, lembaga pendidikan sulit melihat sejauhmana ketercapaian kualitas atau daya saing yang dimiliki.
Tony Bush dan M. Coleman menambahkan, bahwa membangun sistem kepemimpinan dan manajemen mutu terkadang memang sulit dibedakan, tetapi yang jelas keduanya saling memiliki relasi yang sangat erat. Kepemimpinan bila tidak dibarengi dengan visi dan misi manajemen yang baik, maka melahirkan tipe pemimpin yang buruk. Jadi keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk membangun sistem lembaga pendidikan yang kredibel, kuat dan unggul.
Kalau lembaga pendidikan tidak didukung oleh pemimpin yang kualitas yang paham tentang seluk beluk manajemen, maka rawan bahkan mengkhawatirkan memunculkan sistem manajemen yang kurang efektif. Yang ujung-ujungnya lembaga pendidikan akan mengalami stagnasi dan status quo. Bisa jadi malah akan meruntuhkan sendi-sendi organisasi kepemimpinannya sendiri.

Tujuan Manajemen Mutu
Tujuan dari manajemen mutu pendidikan adalah untuk memelihara dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkalanjutan (sustainable), yang dijalankan secara sistemik untuk memenuhi kebutuhan stakeholders. Pencapaian ini butuh sebuah manajemen yang efektif dan kepemimpinan yang kuat agar tujuan tersebut mampu memenuhi harapan dan keinginan para pelanggan atau masyarakat.
Karena itu, visi manajemen mutu lembaga pendidikan harus mengambil peran aktif mewujudkan keinginan stakeholders. Agar keinginan tersebut tercapai, maka sangat dibutuhkan seorang pemimpin pendidikan yang kaya ide, dan berani mengambil keputusan-keputusan strategis.
Keputusan strategis yang diambil adalah keputusan yang menggunakan pendekatan integratif, tampa mengesampingkan beberapa hal yang harus dikorbankan. Sebab, manajemen pendidikan selalu memberikan peluang guna mengatur dan mencapai berbagai tujuan, baik itu untuk institusi pendidikannya maupun bagi kepentingan masyarakat.
Sebagai imbas dari persaingan pendidikan yang ada, kini sekolah atau PT dituntut punya visi dan misi yang realistis dan transparan. Bahkan, institusi pendidikan diharuskan memiliki sumbangsih riil bagi kemajuan masyarakat. Inilah saatnya bagi dunia pendidikan-- khususnya di negeri ini-- menimbang kembali konsep atau paradigma lama yang dijadikan acuan selama ini.
Membangun mutu manajemen pendidikan harus menjadi agenda dan kerja nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan visi dan misi baru. Visi dan misi yang dibangun harus menegaskan adanya tujuan, filosofi dan nilai-nilai pendidikan, yang merupakan referensi penting dalam membuat keputusan, menentukan strategi, kebijakan dan implementasinya.
Pendidikan sebagai sebuah organisasi juga butuh kerjasama yang kompak, kebersamaan dan komitmen. Dengan adanya kerjasama dan dukungan dari beberapa pihak, maka kepemimpinan dan manejeman memainkan peran-peran strategis. Mengatur “benda hidup” jauh lebih sulit dibanding dengan benda mati. Di sinilah letak pentingya seorang pemimpin menggunakan manajemen yang sesuai napas dan kepentingan banyak orang.
Untuk itu, penciptaan kultur organisasi modern dalam pendidikan sangat penting dilakukan. Kultur organisasi modern akan membentuk orang pada disiplin yang tinggi, membentuk karakter dan sikap yang bertanggungjawab pada pekerjaanya dan memiliki jiwa untuk pengabdian bagi kepentingan khalayak umum. Jika hal ini diterapkan dalam dunia pendidikan, maka perubahan kualitas yang baik akan segera tanpak dari sebelumnya.
Kultur organisasi yang efektif bagi lembaga pendidikan memerlukan kolaborasi dan kooperasi antar komunitas, baik intern maupun ektern. Kolaborasi dan kooperasi yang intensif hanya dapat tercapai manakala tumbuh dari style manajemen dan pola kepemimpinan yang efektif.
Membangun sinergi (synergy building) antar instansi pendidikan juga perlu keluasan dan kelincahan dari sosok pemimpin. Karena itu, jawaban sepenuhnya akan kembali seberapa efektifkah kepemimpinan dan manejemen tumbuh dan berkembang dalam pendidikan.

*) Mujtahid, Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar