Selasa, 15 Juni 2010

Belajar dari Keunikan SAIMS

Mujtahid*

MERENGGANGNYA genggaman pemerintah dalam regulasi dunia pendidikan, membawa dampak cukup positif bagi tumbuhnya ide-ide menyenangkan dan inovatif di Tanah Air. Semangat otonomi dan pencanangan manajemen berbasis sekolah turut mendukung terwujudnya pembenahan pendidikan yang didalangi oleh masyarakat.
Secara sporadis muncul sekolah-sekolah yang mencoba menjawab tantangan zaman dengan kreativitas sendiri. Hal ini akan terjadi pluralitas model sekolah dan memacu kegairahan sektor swasta dalam mengelola pendidikan. Banyak bermunculan sekolah-sekolah dengan inovasi baru yang menjadi daya tarik masyarakat di tengah persaingan pendidikan saat ini.
Tulisan ini akan mencoba memotret pendidikan di Surabaya, yaitu ”Sekolah Alam Insan Mulia” yang biasa disingkat SAIMS. Saat ini SAIMS menjadi salah satu sekolah favorit di kota Surabaya. Sekolah tersebut didesain dengan memadukan antara sentra alam (ayat kauniyah) dengan dimensi nilai-nilai ketauhidan, moral dan spiritual yang itu bersumber pada al-qur’an dan sunnah Nabi (ayat qauliyah). Inilah yang cukup unik dan menarik perhatian bagi semua kalangan.
SAIMS memang sengaja diformat demikian karena melihat pendidikan sekarang ini masih jauh dari harapan. Model baru yang mereka tampilkan bertujuan untuk menghasilkan generasi masa depan yang memiliki integritas kepribadian yang unggul. Sehingg pendidikan di SAIMS dikemas dengan mengahadirkan nilai-nilai ketauhidan, keilmiahan, keindahan, kenyamanan, keteraturan, serta keharmonisan alam yang menular pada kehidupan dan mampu memposisikan pola pendidikan yang humanis yang sesuai dengan kebutuhan manusia saat ini.
SAIMS di Surabaya sengaja didesain dengan kegiatan belajar mengajar yang membuat peserta didik dikenalkan pada alam sekitar atau alam lingkungan kehidupannya sesuai dengan tingkat kematangannya. Anak-anak dengan riang ceria menyantap menu belajar yang diberikan guru setiap harinya. Sejak masuk kelas/sekolah mereka diajari tatakrama, salam bersama, membiasakan hidup bersih, hingga sampai bagaimana baca do’a dan shalat. Ilmu yang sampaikan guru kepada murid senantiana dipadukan dengan kenyataan keseharian, sejarah dan fenomena sosial yang biasa terjadi.
Alam memiliki makna lebih jauh mendekati dan memengaruhi kehidupan anak. Secara alamiah sebagaimana ciri sebuah dunia anak selalu terikat dengan lingkungan sekitar. Anak bukan miniatur orang dewasa, sehingga anak adalah anak yang mempunyai keunikan dunianya sendiri. Anak-anak masih ingin dimanja, ingin selalu bermain, gelak tawanya lepas, minta dilayani, empatinya sangat dominan, selalu ingin tahu, serta sangat lugu dan polos.
Di sekolah alam ini, anak tidak lagi dipandang sebagai objek, melainkan subjek, karena bersama pendidik anak diajak untuk mengoptimalkan kemampuannya sejak dini, menjadi manusia yang selalu ingat Tuhannya, terpuji dan paripurna, sehingga dapat dikatakan sekolah alam berupaya membentuk insan-insan mulia.
Peserta didik juga diajak memecahkan masalah-masalah keseharian, dibiasakan menghadapi problem riil, baru kemudian mereka diajari ilmunya. Sehingga cocok untuk membentuk anak menjadi sosok entrepreneur.
Dalam sistem pembelajarannya anak seringkali masih belum bisa mengungkapkan pikirannya secara verbal (tulisan), melainkan lewat bentuk gambar. Gambar merupakan bahasa anak, sehingga dimanapun dunia anak selalu suka menggambar. Sebelum anak mengenal tulisan, maka bahasa komunikasi, kegembiraan, serta keinginannya di ekspresikan dalam wujud coretan gambar.
Cara yang tepat untuk menilai gambar anak yaitu ajaklah anak-anak ke kebun binatang dan minta mereka membuat dua atau tiga gambar dari apa yang dilihatnya. Kemudian minta setiap anak menyusun gambarnya sendiri dari yang mereka anggap paling baik hingga yang kurang baik. Perhatikan dan pelajari, lama-lama kita akan tahu gambar seperti apa yang dianggap baik dari kaca mata anak-anak sendiri.
Sudah semestinya aspek kreativitas mendapat perhatian lebih dalam dunia pendidikan. Tetapi di SAIMS, perhatian akan kreativitas justru tidak dimunculkan secara eksplisit sebagai mata pelajaran kreativitas, serta dimunculkan pada kegiatan yang bersifat kesenian. Kreativitas dipahami dalam makna yang demikian luas sehingga tidak muncul secara parsial tetapi menjadi spirit bagi semua kegiatan.
Membuat anak kerasan merupakan kata kunci dari penerapan pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu aspek yang penting agar anak betah belajar berlama-lama disekolah adalah kondisi lingkungan yang nyaman. Lingkungan ini menyangkut kondisi bangunan fisik gedung sekolah, kelas, halaman, hingga fasilitas pendukung lainnya.
SAIMS yang dibangun di atas lahan seluas 1,1 hektar ini bercorak back to nature yang menampilkan model dan ornamen klasik, modern, kontemporer tetapi tetap menonjolkan jiwa yang menyatu dengan alam.
Ada tiga model yang dikembangkan dalam sistem pendidikan di SAIMS. Yaitu pertama, alam dalam pengertian memperlakukan anak secara alami, sehingga semua proses pembelajaran mengikuti kodrat alami anak. Metode sambil bermain misalnya, menjadi acuan yang sangat relevan. Pendidikan itu diformulasikan dengan mengedepankan sentra alam yang merupakan tempat dimana manusia ini bertempat tinggal. Dengan menjadikan alam sebagai sentra belajar, siswa lebih cepat peka dan berhasil dalam menghayati dan mengamalkan ilmu yang dimiliki.
Kedua, alam dalam pengertian proses pembelajaran peserta didik diupayakan selalu berangkat dari alam nyata, baru kemudian ditarik ke wilayah konsep atau teori. Anak dikenalkan lebih dulu dengan hal-hal yang nyata dan relevan dengan kebutuhannya, lalu diajak mencari, merangkum, sampai menyimpulkan dan membangun teori sendiri baik konstektual dan konstruktivistik. Dari model ini dikembangkan bahwa pembelajaran di sekolah merupakan kenyataan yang dialami sehari-hari.
Ketiga, alam dalam pengertian alam fisik. Karena anak-anak sekarang terutama anak kota perlu mengetahui kehidupan alam fisik. Misalnya mereka harus dikenalkan bahwa nasi yang mereka makan berasal dari beras, berasal dari padi yang tumbuh di sawah. Melalui model seperti itu bertujuan memberikan pelajaran berharga bagi anak agar dapat mengenal betapa hubungan timbal balik antara satu profesi dengan profesi lainnya. Bahkan tidak cukup sampai di situ, manfaat lainya adalah melahirkan sikap kesadaran dan rasa empati kepada orang yang memiliki pekerjaan yang mulia, seperti petani itu. Yang mampu memberikan suplai berupa hasil tanamannya untuk orang yang tinggal di kota.
Dari ketiga hal di atas, maka secara filosofis nuansa sekolah alam mencerminkan nilai-nilai ideal, sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menwujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Apa yang dikembangkan SAIMS merupakan sebuah usaha kreatif dalam mencari model pendidikan yang cocok sesuai kebutuhan masyarakat modern saat ini. Usaha-usaha seperti inilah yang perlu kita contoh agar peningkatan mutu pendidikan di Indonesia terus berkembang dan maju. Apa tergambar dalam catatan tersebut adalah sekelumit pengalaman yang dilakukan para penggerak pendidikan di SAIMS.

*) Mujtahid, Dosen Fak. Tarbiyah UIN Maliki Malang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar